|
Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Pimpinan Perbankan di Flores Timur sepakat bersama mempercepat proses pertumbuhan ekonomi masyarakat di Flores Timur, baik secara individu maupun dalam kelompok.
Rapat dipimpin lansung oleh Bupati Flores Timur, Drs. Simon Hayon selaku Pembina Perbankkan baru-baru ini bertempat di aula Setda Flores Timur. Hadir pada acara tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Flores Timur, Drs. Theodorus Hadjon, M.Si, Kepala BRI Cabang Larantuka, David Joko, Kepala Bank NTT Cabang Larantuka, Simon Bhato, Kepala BNI Cabang Larantuka, Dominggus R. Rohi Bangngu, para kepala Dinas Badan, Kantor dan Bagian, para camat dan kepala desa serta sejumlah undangan lainnya. Dalam pertemuan tersebut Bupati menegaskan 5 poin penting yang harus diperhatikan bersama antara pemerintah dan pihak perbankan dalam mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Flores Timur. Kelima point penting yang disimpulkan oleh Bapak Bupati selaku Pembina perbankan di Flores Timur sebagai berikut : - Bagi para camat , hendaknya data dan informasi yang sudah disajikan ini dapat dipakai untuk laporan ke atas. Data dan informasi tersebut supaya ditindak lanjuti di pihak eksekutif dan di bawah pimpinan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Flores Timur untuk mengkaji, menganalisa ketidak komperensifan menyangkut penanaman modal, guna mengetahui sejauh mana kontribusi pihak perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi di Flores Timur. Hal itu penting jadi harus ada orang yang bergerak. Selain itu juga dari data yang ada kita bisa gunakan khususnya di dalam internal pemerintah untuk pertimbangan-pertimbangan tertentu dan pertimbangan-pertimbangan lainya.
- Perlu adanya kerjasama. Kerja sama yang kita harapkan adalah dibentuk dengan melibatkan para tokoh diantaranya: Tokoh agama dan Tokoh masyarakat. Diharapkan kerjasama yang dibentuk itu secara institusional bukan individual. Misalnya dengan institusi agama, gereja, dan pemerintah. Kalau individual unsur subyektif selalu masuk.
Mengapa pihak perbankan perlu melakukan kerjasama ini? Paling tidak ada beberapa hal yang menjadi subsatansi. - Supaya penyaluran kredit itu jangan sampai membuat orang semakin miskin.Misalnya tadi diinformasikan oleh Camat Lewolema bahwa seorang yang kini menjadi nasabah sebelumnya telah membuka pinjaman di beberapa tempat. Maka penyaluran kredit yang diberikan tidak membut seseorang lebih baik,menjadi miskin.Dan ini bukan sasarannya. - Kerja sama ini untuk menilai jangan sampai kredit yang kita salurkan sekedar hujan rintik-rintik. Yang namanya investasi kalau sekadar hujan rintik- rintik memang menyebar namun tidak menimbulkan pertumbuhan. - Kerjasama yang dimaksudkan untuk menjamin prinsip kehati-hatian. Para camat yang keberadaannya lebih dekat dengan calon nasabah dianggap lebih mengetahui kondisi riil mereka, baik per individu maupun per kelompok. Dari situ bisa diminimaisir resiko dan bisa diketahui individu atau kelompok mana yang layak atau tidak menerima penyaluran kredit
- Kita juga menjaga agar orang jujur jangan sampai menjadi korban. Pemahaman kasuistik. Orang jujur jangan sampai menjadi korban perlakuan bank yang menjenerealisasi kasus- kasus tertentu. Misalnya Lewolema kreditnya macet. Lewolema jangan lagi dipercaya penyaluran kredit. Itukan tidak bisa demikian. Itu artinya kita menarik suatu kesimpulan dari sejumlah kasus dan membuat suatu penilaian secara menyeluruh, padahal masih ada sejumlah orang atau kelompok yang pantas mendapatkan kredit.
- Pihak bank hendaknya mendidik masyarakat dengan menjelaskan secara terbuka soal simpanan dan pajak yang dikenakan perbulan kepada nasabah. Pihak bank hendaknya secara jujur menjelaskan bunga dan potongan tabungan. Dianjurkan kepada pihak bank untuk menginformasikan produk bank melalui para camat dengan memberikan brosur dan sebagainya yang dititipkan di kantor camat dan kantor desa. Ditegaskan kembali bahwa kerjasama secara institusional dengan camat bukan dengan desa Karena desa masih bersifat subyektif, rasa individual dan kekeluargaan masih kental.
Sementara itu pada tempat yang sama Kepala BRI Cabang Larantuka, David Joko, dalam sambutannya mejelaskan bahwa kendala utama pemberian kredit kepada masyarakat di Flores Timur, adalah kemauan masyarakat untuk berinvestasi masih sangat rendah, pada sisi yang lain BRI tetap pada koridor aturannya dengan penerapan prinsip kehati-hatian, dalam arti Bank memberikan kredit kepada pemohon yang benar-benar memenuhi sayarat ketetapan dalam dunia perbankan. “Pesediaan uang di Bank selalu cukup, dan kami pihak bank siap setiap saat melayani kredit kepada pemohon. Kami melayani permintaan kepada pemohon yang benar-benar memenuhi aturan, kami tetap pada prinsip kehati-hatian. Pada sisi yang lain masyarakat kita ini kemauan berinvestasi masih sangat rendah pada hal pihak perbankan sudah melakukan sosialisasi tentang kredit kepada masyarakat sampai di desa-desa, “jelas Joko. (humas setda flotim) |
|